Dec. 11.

Renungan Idul Adha

Pada suatu masa, sebutlah si Nabila, seorang wanita muda dan energic yang cukup mapan, mempunyai rejeki yang cukup untuk membeli kambing qurban. Rencana pun disusun, dimana beli kambing dan untuk siapa daging kambing nantinya akan dibagikan. Nabila sangat bangga, karena hasil jerih payahnya selama ini sudah membuahkan hasil, walaupun baru cukup untuk membeli kambing….

Kebanggaan inilah yang menjadikan Nabila takabur, dia cerita ke teman-teman kantornya bahwa jauh-jauh hari dia sudah membeli kambing, padahal semua masih rencana yang ia susun. Nabila lupa, bahwa semua rencana dan apa yang kita lakukan di dunia ini adalah karena IJIN ALLAH SWT. Tidak seharusnya Nabila bercerita kesana-kemari tentang apa yang menjadi rencananya… Apalagi rencana itu adalah rencana untuk SEDEKAH. Masyaallah….

Idul Adha sebentar lagi menjelang, kurang lebih satu minggu lagi, Nabila gembira, namun lupa bersyukur. Tiba-tiba, suami Nabila pulang dalam keadaan sakit, badannya panas…. Nabila pikir “itu panas biasa, coba minum obat penurun panas”

Suaminya nurut, diminumlah obat penurun panas, namun tidak ada kemajuan. Suami Nabila makin panas, sampai menggigil. Semua makanan yang masuk dimuntahkan. Bener2 kepayahan…

Keesokan harinya, Nabila membawa suaminya ke dokter di dekat rumah, dokter bilang suaminya terkena FLU, dan radang tenggorokan. “Alhamdulillah… cuma flu, nanti kalo radangnya sembuh juga turun kok demamnya”

Tapi ternyata, demamnya semakin tinggi, suami Nabila lemas… Nabila kebingungan dan membawanya ke dokter yang lain. Dokter itu bilang “kemungkinan demam berdarah”…. Paniklah Nabila, segera dia pergi ke laboratorium untuk cek darah, hasilnya negatif walaupun trombositnya turun.

Mondar-mondar mandir ke dokter dan laboratorium membuat uang persediaan Nabila menipis, sedangkan kartu kredit sudah overlimit. Hasil laboratorium berikutnya menunjukkan bahwa suami Nabila positif menderita demam berdarah dan harus segera di rawat karena kondisinya sudah semakin drop.

Nabila menangis….. dia masih punya bayi, uang dia menipis, kartu kredit sudah overlimit, darimana dia bisa bayar biaya rumah sakit suaminya…….

Untunglah, suaminya bekerja di perusahaan yang bonafid dan profesional, personalia di kantor suami Nabila menelpon dan memberitahukan bahwa semua biaya rumah sakit akan ditanggung oleh kantor tanpa kecuali…

Syukur Alhamdulillah Nabila berucap…. Nabila teringat… bagai disentil Allah SWT, tentang kesombongan dia… tentang ke-takabur-an nya dia…. tentang “riya’ ” dia ……….. Nabila menangis dan memohon ampun ke haribaan Nya….

Allah SWT teramat sayang pada hamba Nya…. tegurannya telah menyadarkan Nabila dari kesombongannya…..

Hikmah dari kisah ini :

1. Jangan pernah menceritakan atau menyombongkan diri, tentang apa yang “sedang akan” kita laksanakan. Apalagi soal SEDEKAH. Sebaik-baik sedekah adalah yang hanya diketahui oleh hati kita dan Allah SWT.

2. Semua rencana dan semua yang kita lakukan di dunia ini semata-mata hanyalah karena IJIN ALLAH SWT, jangan lah menegakkan kepala untuk menyombongkan diri.

Semoga bermanfaat….

Hiks….

Incoming search terms:

  • renungan idul adha

By Nitta | Posted in Curhat Aja | Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tagged:



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline