Jun. 17.

Ketika Cinta Bertasbih, Banjir Penonton

ketika-cinta-bertasbih

Film Ketika Cinta Bertasbih yang baru dirilis beberapa hari belakangan ini ternyata sudah menimbulkan ledakan penonton yang dahsyat.  Film Ketika Cinta Bertasbih benar-benar banjir penonton.  Terhitung sejak di tayangkan di Bioskop, telah terjual lebih dari 700.000 karcis.

Film ini digarap berdasarkan novel karya Habiburahman El Shirazy, cerita dalam novel ini berhasil mengaduk-aduk emosi pembacanya.  Masih bercerita dengan latar belakang Negera Mesir, Film ini bercerita tentang perjalanan seorang pemuda menemukan keberhasilan di Negeri orang.

Pemeran utama dimainkan oleh Abdullah Khairul Azzam, seorang mahasiswa Indonesia yang datang jauh-jauh dari pelosok desa di pulau jawa untuk melanjutkan studinya di Mesir. Azzam, demikian nama panggilan pemuda itu, adalah seorang pekerja keras. Ia memiliki beberapa adik yang harus dibiayainya, hingga dengan kekhlasan hati ia harus berkorban dengan menjadi penjual bakso dan pembuat tempe. Ceritanya penuh dengan romantika yang sarat dengan hikmah. Isinya bagus serta dapat mengajari kita soal hidup, cinta dan bagaimana mengatur skala prioritas dalam mengambil tindakan. Tersebutlah bahwa Azzam adalah mahasiswa Indonesia di Al Azhar, yang belajar disana karena berhasil memperebutkan beasiswa dari Departemen Agama. Ia adalah prototype anak Indonesia yang pintar, cerdas, dan bersahaja, namun lahir dari kalangan keluarga pas-pasan.
Kecerdaan Azzam kian terbukti tatkala di tahun pertama menimba ilmu di Al Azhar ia memperoleh predikat jayyid jidda (istimewa), dan oleh karenanya ia mendapat beasiswa dari Majlis A’la.

Namun ditahun kedua, ayahnya yang tinggal di Indonesia meninggal dunia karena kecelakaan. Sepeninnggal ayahnya, ibunya sering sakit-sakitan. Padahal di Indonesia, ketiga adik perempuannya belum bisa diharapkan membantu ibunya karena baru beranjak dewasa. Yang seharusnya membantu ibu dan adik-adik nya di Indonesia adalah Azzam. Sebab dia adalah sulung di keluarganya. Azzam menyadari itu. Maka sejak saat itulah ia mengalihkan konsentrasinya. Dari belajar ke bekerja. Ia di Cairo, bekerja sambil belajar.
Pekerjaan yang dilakukan Azzam untuk menghidupi keluarganya di Indonesia adalah berbisnis tempe dan bakso. Karena lebih fokus ke bisnis, hasilnya prestasinya semakin lama semakin menurun, beberapa kali tidak naik tingkat, padahal ia sudah sembilan tahun di Mesir tapi belum lulus S1. Meskipun pada akhirnya lulus juga dengan predikat yang tidak mengecewakan, jayyid. Namun disisi lain di belahan Indonesia, keluarganya suskes berkat motivasi dan biaya hidup darinya. Adik-adik nya semua “menjadi orang”.

Bagus ya.  Yuk Nonton Film Ketika Cinta Bertasbih.  Jangan lupa, Film ini adalah film karya negeri sendiri.  Bukan Impor.  Ceritanya juga sarat dengan manfaat.  Sudah selayaknya kalo Film Ketika Cinta Bertasbih ini mendapat sambutan hangat dari seluruh warga Indonesia.  Ketika Cinta Bertasbih, Banjir Penonton.

Bagikan Posting Ini :

Incoming search terms:

  • nama adik adik abdullah khairul azzam
  • abdullah khairul azzam
  • nama-nama di novel ketika cinta bertasbih
  • pemain ketika cinta bertasbih adik azzam
  • nama adik adik khoirul azam
  • nama pemain dalam cerita ketika cinta bertasbih
  • novel ketika cinta bertasbih yang best seller
  • Pemeran adik azam dalam ketika cinta bertasbih 2
  • pemeran adik azzam film ketika cinta bertasbih
  • pemeran adiknya azzam ketika bertasbih

By Nitta | Posted in Uncategorized | Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,



  • Postingan yang menarik dan bermanfaat.

    Memang novel karya Habiburahman El Shirazy memang bagus sekali. Buku-bukunya Best Seller.

    Semoga film ini bisa sesukses seperti film pertamanya yaitu ayat-ayat cinta.

    http://cinema-bioskop.blogspot.com

  • Postingan yang sangat bermanfaat tentang film ketika Cinta bertasbih.

    novel karya Habiburahman El Shirazy memang selalu bagus-bagus dan best seller. Semoga film ini juga sesukses dan setenar film ayat-ayat cinta.

    http://cinema-bioskop.blogspot.com

  • Postingan yang sangat bermanfaat tentang film ketika Cinta bertasbih.

    novel karya Habiburahman El Shirazy memang selalu bagus-bagus dan best seller. Semoga film ini juga sesukses dan setenar film ayat-ayat cinta.

  • nembak terus ya jeng.

  • Aduh sayang saya belum sempat nonton.
    Salam kenal

  • sayangnya bersambung …kayak novelnya..

  • saya udah baca novelnya, keren,..!!!
    tapi sampe sekarang belon nonton film-nya (antara belon sempet, n nggak terlalu penasaran sih,..)
    yg pati aku yakin lebih bagus daripada pocong perawan, etc,.. :(

  • Pada intinya film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) ini menceritakan seorang mahasiswa Indonesia bernama Abdullah Khairul Azzam yang datang jauh-jauh dari pelosok desa di Pulau Jawa untuk melanjutkan studinya di Mesir.

    Azzam berasal dari keluarga yang pas-pasan dan memiliki beberapa adik yang harus dibiayai. Dengan keikhlasan hati ia harus berkorban dengan menjadi penjual bakso dan pembuat tempe. Dalam menit menit pertama terasa cerita ini agak “dipaksakan” memulai chemistri cinta yang tumbuh dari pandangan pertama sang Putri Diplomat Eliana yang mulai menebarkan pandangan maut nan menggoda sang Azam.

    Dari sinilah ‘kecurigaan’ penonton mulai digiring untuk menebak tepat kalaw Eliana mulai “kepincut” oleh Azam. Dan itulah film Indonesia yang selalu mudah ditebak tepat ke arah mana film atau tokoh cerita ini berjalan. Beda dengan film asing yang sudah dan sulit diterka kemana arahnya, dan sering mengecohkan penonton yang melihatnya

    Kemudian adanya tokoh Sarah yang “tiba tiba muncul” dan melakukan teror kepada Furqan lewat blackmail atau Pemerasan melalui rencananya untuk menyebarkan foto erotisnya kepada umum melalui internet terasa kurang fokus. Di dalam film diceritakan Furqan terkejut mendapati dirinya (maaf) sudah berselimutkan kain dan semua pakaian/kemejanya sudah menggantung di pinggir tempat tidur.

    Menurut saya penggambarannya tidak kena dalam artian tidak jelas apakah sudah terjadi pemotretan atau tidak selain dari munculnya sebuah email yang menyatakan Sarah sudah memfoto Furqan dalam keadaan tidak sadar (tertidur).

    Juga tidak logis bagaimana mungkin seseorang yang tidur di sebuah Hotel kelas President Suite tanpa mengunci pintunya dari dalam sehingga bisa dimasuki Sarah. Apakah Sarah memiliki kunci sendiri atau bagaimana?. Di sinilah sang penggarap film menafikan hal hal kecil semacam ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline