Feb. 10.

Kerja Dimana Mbak?

Kerja dimana Mbak? Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang paling sering aku terima.  Dulu dengan bangga aku akan menjawab bahwa aku adalah seorang Manager HRD di Perusahaan Go Publik di Jakarta.  Namun sekarang aku pun bangga hanya dengan menjawab : “Saya Ibu Rumah Tangga“.  Pastinya si penanya langsung bermuka “kasihan deh lu“.  Trus pasti diterusin : ” Kenapa gak kerja kantoran Mbak?” ; Trus aku jawab : “Sudah 10 tahun kerja kantoran, pengen istirahat aja”  dan dia pun akan mengelus dada, prihatin.

Emang gak keren ya kalo jadi Ibu Rumah Tangga? Cuma ngabisin gaji suami.  Cuma bau bumbu masak, daster kumal dan tetek bengek nya.  Keren juga kalo bekerja di kantor yang AC, gedung bertingkat, punya jabatan dan anak buah yang banyak, brangkat pagi pulang malam, kesannya tuh “bonafid”.

It’s your choice….

Dan pilihanku adalah : IBU RUMAH TANGGA [yang bekerja dari rumah].

Jangan salah ya, Ibu Rumah Tangga itu bisa juga berpenghasilan dari rumah.  Caranya banyak.  Dan memang sebelum memutuskan untuk resign dan bekerja dari rumah aku sudah melakukan persiapan sebelumnya.  Aku mempersiapkan cara bagaimana bisa bekerja dari rumah saja.  Maksudnya tidak usah berangkat ke Kantor dan berlama-lama di kantor.

Pada saat aku sharing dengan seorang teman, berulang kali dia mengatakan “sayang” ; “pekerjaan lagi susah” dan lain sebagainya.  Pada saat aku mengatakan aku akan mencoba berbisnis sendiri, temanku mengatakan “Emangnya kamu punya bakat untuk bisnis?” ; “Bisnis itu beresiko, kamu ada modal?” dan lain-lain.  Intinya smua seakan-akan tidak ada yang mendukung aku untuk bekerja di rumah.

Aku sadar, bahwa keputusan itu hanya ada di tanganku.  Aku yang akan menjalaninya, aku yang akan menerima semua konsekuensinya.  Akhirnya aku berdiskusi dengan suami, dan Alhamdulillah tidak ada masalah.  Suamiku menyerahkan smua keputusan di aku.  Makin mantaplah aku untuk resign.

Saat resign, penghasilanku dari internet marketing sudah cukup.  Cukup besar dan setara dengan gajiku di kantor.  Kurang lebih aku menerima penghasilan dari internet 500$/bulan untuk bidang yang aku tekuni ; waktu itu aku menekuni bisnis paid review.  Begitu resign aku segera menseriusi lebih dalam bisnis ini.

Jadwal pun aku buat sedemikian rupa sehingga mirip seperti pada saat masih ngantor.  Pagi jam 08.00 aku sudah mulai membuka laptop dan mengupdate smua tugas-tugas.  jam 17.00 aku tutup laptop dan kembali beristirahat bersama keluarga.  Bedanya, kalo di kantor dulu interupsi selalu datang dari BOss atau anak buah yang ingin berkonsultasi, selama di bekerja di rumah ini interupsi datang dari anak dan pembantu, hahaha.  Dan sungguh aku sangat menikmati bekerja dari rumah.

Tidak ada lagi tekanan dari Boss, tidak ada lagi kemacetan di jalan, tidak ada lagi kekalutan pikiran memikirkan anak yang ditinggal di rumah dengan pembantu, tidak ada lagi  meeting dan tugas keluar kota.  Smua waktu berada ditanganku.  Yang ada sekarang hanyalah bagaimana aku belajar disiplin mengatur waktuku.  Waktu untuk bekerja di rumah dan sekaligus merawat anakku.  Oh… sungguh suatu kenikmatan yang tak ternilai.

Incoming search terms:

  • ibu rumah tangga yang bekerja
  • ibu bekerja dari rumah
  • resign jadi ibu rumah tangga
  • ibu bekerja resign
  • Kerja dimana
  • permasalahan seorang ibu rumah tangga tidak menghasilkan
  • Persiapan sebelum resign
  • PEKERJAAN DAN JADWAL PEKERJAAN IBU RUMAHTANGGA
  • pertanyaan kerja dimana sekarang
  • pilihan ibu rumah tangga atau kerja

By Nitta | Posted in Curhat Aja | Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tagged: , , , , , , ,



  • seorang ibu rumah tangga dg pendapatan setara Manager HRD :D

  • Amiiiiiin….. makasih doanya Wan….

  • Anda benar mba.. Harus bangga jadi IRT.. Walau IRT, tetap bisa cari duit ndri kok,, y kan..?! Kita bisa manfaatkan fasilitas yang ada, dengan tetap memperhatikan aspek agama. Silahkan kalo mau mampir ke lapak ane mba. Ditunggu backlinkNa kalo mau.he! Goodluck for all…

  • hidup itu adalah pilihan yang penting kita menikmati dan tidak pernah menyesali pilihan kita..

  • memang segala sesuatu pilihan, sebagai ibu rumah tangga bukan pilihan terburuk, itu bisa membuktikan pengabdian kita kepada suami, tul ga mbak?? thx sharingnya… lagi belajar ngeblog nih.. ditunggu kunjungan dan saran-saranya…

  • Anda benar mba.. Harus bangga jadi IRT.. Walau IRT, tetap bisa cari duit ndri kok,, y kan..?! Kita bisa manfaatkan fasilitas yang ada, dengan tetap memperhatikan aspek agama. Silahkan kalo mau mampir ke lapak ane mba. Ditunggu backlinkNa kalo mau.he! Goodluck for all…

  • hidup itu adalah pilihan yang penting kita menikmati dan tidak pernah menyesali pilihan kita..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline