Hampir satu setengah bulan full aku gak pernah nulis lagi di blog ini. Tentu saja bukan karena aku malas atau kehabisan ide untuk ditulis, tapi ada pekerjaan yang sekarang ini sudah tidak bisa ditinggal lagi, yaitu toko online ku. Walaupun bentuknya online, tapi kegiatan ini mengharuskan aku ekstra perhatian. Mulai dari mencari barang baru, foto, editing dan posting masih aku kerjakan sendiri. Sedangkan untuk belanja, packing, dan lainnya alhamdulillah sudah ada yang membantu.
Mempunyai toko online, sama seperti toko offline, penuh dengan lika-liku nya. Tentang customer yang crewet, bawel sampai yang akal-akalan harus bisa kita hadapi.
Beberapa minggu yang lalu, hampir saja aku kena tipu salah satu customerku, sebut saja namanya Safa, dia bilang dia berasal dari Madura Jawa Timur (entah bener entah tidak..). Safa memesan jilbab dalam jumlah besar, total order nya hampir 2 juta. Waaah siapa yang gak seneng dengan order yang demikian besar? Pastinya akupun seneng setengah mati. Pesanan Safa sudah aku siapkan dengan rapi. Tapi, tentu saja aku selalu harus memeriksa apakah si pemesan ini sudah melakukan pembayaran. Setelah aku cek, sampai dengan sore belum ada transfer dari Safa sejumlah pesanan dia. Aku pikir “Ah.. mungkin besok pagi” ; Malam hari Safa SMS dia bilang tadi sudah sampai ATM tapi keburu anaknya nangis minta pulang, besok pagi ya Mbak. Aku OK aja. Besok paginya Safa SMS lagi : dia sudah sampai ATM tapi antriannya panjang, jadi dia memutuskan untuk pulang karena mau jemput anaknya. Kemudian sore Safa bilang agar pesanan dia segera dikirim ke Madura menggunakan ekspedisi/tiki karena menurut dia pelanggannya sudah tidak sabar menunggu. Berulang kali dia SMS dengan nada sama, agar pesanan segera dikirim.
Aku hanya diam dan tidak menanggapinya. Bagaimanapun jika kita bisnis, hukum “ada uang ada barang” tetap berlaku. Jadi aku nyantai aja. Tiba-tiba ada SMS lagi dari Safa, memberitahukan bahwa uang sudah ditransfer melalui rekening BRI. “Mbak uang sudah aku transfer melalui BRI, kata orang BRI prosesnya 3 hari kerja, jadi nanti dicek aja setelah 3 hari ya Mbak, tolong barang segera dikirim hari ini. URGENT” begitu SMS dia. Aku manggut-manggut. Jelek-jelek gini aku bukan orang bodoh, mau ngakalin apalagi nih dia, pikirku… Lalu aku jawab dengan singkat : “Barang dikirim setelah pembayaran masuk ke rekening saya” . Keesokan paginya Safa masih SMS, Mbak pesananku dah dkirim belum?, SMS lagi : Mbak, pesananku dah dikirim? Segera ya?. Aku selalu membalas dengan jawaban yang sama “Barang dikirim setelah pembayaran masuk ke rekening saya”.
Sampai pada hari ketiga, sebagaimana yang dijanjikan Safa, aku cek di rekening tak ada satupun uang masuk ke rekening atas nama Safa. Aku SMS Safa: Mbak, kemaren jadi trasfer? Jawab dia : Jadi kan lewat BRI. Tolong Barang dikirim ya. AKu pura-pura menanyakan : Mbak.. barang sudah telanjur dikirim, tapi kok pembayaran mbak belum masuk? Gimana ini?” Tak ada jawaban. Aku SMS lagi seakan-akan panik : Mbak.. gimana mbak? barang dah saya kirim pembayaran gak ada” Gak ada jawaban. Dan ketika aku telpon HP dimatikan dan kemudian tidak aktif.
Hmmm… modus baru penipuan di dunia online. Silakan tunggu barang datang ya Mbak Safa.. Silakan tunggu sampai berjenggot. Pesananmu sudah aku jual ke konsumen yang lain.
Semoga menjadi pelajaran.
Incoming search terms:
- cek dana masuk di rekening bri
- aku kecewa
- barang baru di dunia online
- kirim barang gak di bayar2 hukum
- uang cepat masuk ke rekening secara tiba tiba







August 12, 2009 at 4:07 am -
wah keren, mau nipu malah ditipu donk si safa itu hihihihi
Aku camkan mbak dibenak aku pepatahnya “ada uang ada barang” T.O.P B.G.T
August 13, 2009 at 5:31 am -
waspadalah waspadalah.. (bang napi mode)
August 13, 2009 at 7:15 am -
blogwalking dan salam kenal,
saya dapat blog ini dari komennyna di bayumukti dan saya suka ma gravatarnya, kasihan bebek lucu itu mo di gantung hehehe
wah mbak, emang harus hati2 kayaknya… apalagi jika menjalankan home industri yang memerlukan perputaran modal yang cepat…
semoga bisnisnya sukses ya
August 17, 2009 at 1:32 am -
Bravoo…. (plok..plok..plok..)
August 24, 2009 at 4:27 pm -
ya, sekarang banyak yang kaya gitu, maksa banget barang dikirim tapi lum da transfer, tuh dah ga bener
silahkan aja tu pembeli menunggu ampe lebaran kuda wakakaka
August 25, 2009 at 9:19 am -
Jadi aku nyantai aja. Nice post…
August 30, 2009 at 4:25 pm -
@Dino : bener mas.. kadang kita sebagai penjual juga terpancing segera kirim kalo dah diburu2 customer, apalagi saat mereka bilang sudah transfer..
September 2, 2009 at 8:56 am -
thanks anyway….
September 2, 2009 at 6:55 pm -
baru mampir lg, eh ada cerita seru, hahaha..ngakak jg baca yg terakhir.
sippp mbak, biar tau rasa dia.
September 5, 2009 at 5:23 am -
Baru tau kalo ada modus seperti itu. Alhamdulillah saat saya belum pernah menemui client seperti itu walaupun sama2 berjualan jilbab.
Cuman aneh aja orang itu mencari jilbab atau jualan jilbab tapi dengan berbohong yah? mending cari barang apa aja selain jilbab gitu, orang yg aneh
May 19, 2010 at 8:39 pm -
Waaah untungnya aku gak sampe seperti itu. Paling customer yg tabrak lari. Udah order, tapi gililran ditagih gak bayar2. Ya aku cancel ordernya.