Aug. 12.

Hampir Saja

Hampir satu setengah bulan full aku gak pernah nulis lagi di blog ini.  Tentu saja bukan karena aku malas atau kehabisan ide untuk ditulis, tapi ada pekerjaan yang sekarang ini sudah tidak bisa ditinggal lagi, yaitu toko online ku.  Walaupun bentuknya online, tapi kegiatan ini mengharuskan aku ekstra perhatian.  Mulai dari mencari barang baru, foto, editing dan posting masih aku kerjakan sendiri.  Sedangkan untuk belanja, packing, dan lainnya alhamdulillah sudah ada yang membantu.

Mempunyai toko online, sama seperti toko offline, penuh dengan lika-liku nya.  Tentang customer yang crewet, bawel sampai yang akal-akalan harus bisa kita hadapi.

Beberapa minggu yang lalu, hampir saja aku kena tipu salah satu customerku, sebut saja namanya Safa, dia bilang dia berasal dari Madura Jawa Timur (entah bener entah tidak..).  Safa memesan jilbab dalam jumlah besar, total order nya hampir 2 juta.  Waaah siapa yang gak seneng dengan order yang demikian besar? Pastinya akupun seneng setengah mati.  Pesanan Safa sudah aku siapkan dengan rapi.  Tapi, tentu saja aku selalu harus memeriksa apakah si pemesan ini sudah melakukan pembayaran.  Setelah aku cek, sampai dengan sore belum ada transfer dari Safa sejumlah pesanan dia.  Aku pikir “Ah.. mungkin besok pagi” ; Malam hari Safa SMS dia bilang tadi sudah sampai ATM tapi keburu anaknya nangis minta pulang, besok pagi ya Mbak.  Aku OK aja.  Besok paginya Safa SMS lagi : dia sudah sampai ATM tapi antriannya panjang, jadi dia memutuskan untuk  pulang karena mau jemput anaknya.  Kemudian sore Safa bilang agar pesanan dia segera dikirim ke Madura menggunakan ekspedisi/tiki karena menurut dia pelanggannya sudah tidak sabar menunggu.  Berulang kali dia SMS dengan nada sama, agar pesanan segera dikirim.

Aku hanya diam dan tidak menanggapinya.  Bagaimanapun jika kita bisnis, hukum “ada uang ada barang” tetap berlaku.  Jadi aku nyantai aja.  Tiba-tiba ada SMS lagi dari Safa, memberitahukan bahwa uang sudah ditransfer melalui rekening BRI.  “Mbak uang sudah aku transfer melalui BRI, kata orang BRI prosesnya 3 hari kerja, jadi nanti dicek aja setelah 3 hari ya Mbak, tolong barang segera dikirim hari ini. URGENT” begitu SMS dia.  Aku manggut-manggut.  Jelek-jelek gini aku bukan orang bodoh, mau ngakalin apalagi nih dia, pikirku… Lalu aku jawab dengan singkat : “Barang dikirim setelah pembayaran masuk ke rekening saya” .  Keesokan paginya Safa masih SMS, Mbak pesananku dah dkirim belum?, SMS lagi : Mbak, pesananku dah dikirim? Segera ya?.  Aku selalu membalas dengan jawaban yang sama “Barang dikirim setelah pembayaran masuk ke rekening saya”.

Sampai pada hari ketiga, sebagaimana yang dijanjikan Safa, aku cek di rekening tak ada satupun uang masuk ke rekening atas nama Safa.  Aku SMS Safa: Mbak, kemaren jadi trasfer? Jawab dia : Jadi kan lewat BRI.  Tolong Barang dikirim ya.  AKu pura-pura menanyakan : Mbak.. barang sudah telanjur dikirim, tapi kok pembayaran mbak belum masuk? Gimana ini?” Tak ada jawaban.  Aku SMS lagi seakan-akan panik : Mbak.. gimana mbak? barang dah saya kirim pembayaran gak ada” Gak ada jawaban. Dan ketika aku telpon HP dimatikan dan kemudian tidak aktif.

Hmmm… modus baru penipuan di dunia online.  Silakan tunggu barang datang ya Mbak Safa.. Silakan tunggu sampai berjenggot.  Pesananmu sudah aku jual ke konsumen yang lain.

Semoga menjadi pelajaran.

Bagikan Posting Ini :

Incoming search terms:

  • cek dana masuk di rekening bri
  • aku kecewa
  • barang baru di dunia online
  • kirim barang gak di bayar2 hukum
  • uang cepat masuk ke rekening secara tiba tiba

By Nitta | Posted in Curhat Aja | Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tagged: , ,



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline