Dan peluang kecil pun terbuka. Begitu bahasanya. Begitu kiasannya. Saat kita mempunyai sebuah mimpi, dan kita sanggup memulai langkah pada mimpi itu, seluruh alam semesta akan mengikuti apa keinginan kita. Itu hukum Law of Atrraction yang pernah aku baca.
Mungkinkah ini yang disebut peluang-peluang kecil itu?
Satu tahun yang lalu, keberanianku mengajukan resign karena didasari sebuah mimpi bahwa aku bisa bekerja dari rumah dan berpenghasilan minimal sama dengan penghasilan di Kantor. Pada saat itu memang penghasilan dari paid review, sudah lebih dari cukup aku peroleh stiap bulan. Pada saat resign itulah, aku mencoba lebih fokus ke arah itu, sehingga penghasilan dari situ cukup besar dan bahkan bisa menjadi penghasilan utama.
Namun sayang, Mbah Google kayaknya tau, sehingga beberapa blog yang aku beli, dihantam semua sampai Pageranknya anjlok menjadi nol. Keadaan itu bertanda secara signifikan penghasilanku menjadi sangat turun drastis. Bahkan nyaris nol juga.
Hanya hati ini yang bicara, bahwa sebentar lagi akan ada peluang besar didepan mata, selain penghasilan dari Paid Review. Peluang itu banyak, dari Asian Brain aku dapat banyak ilmu dan opportunity itu. Tinggal pilih mau yang mana. Beberapa dicoba, namun karena “terlalu memikirkan” hasil akhirnya malah kecapaian dan lelah.
Sekali lagi, hati ini bicara, ada peluang didepan mata yang bisa menghasilkan. Tapi apa? Aku tidak tahu.
Hingga pada suatu titik. The Power of Kepepet akhirnya menuntun aku untuk memperdalam toko online yang selama ini sudah aku rintis. Toko online busana muslimah, yang kunamai Tukuiki, yang sudah aku mulai sejak beberapa tahun lalu (walaupun mengandalkan jurus blogwalking dan spamming ) harus mulai aku lirik dan aku benahi.
Mulailah aku membuat satu replika toko online itu, di blogspot (karena kehabisan modal beli dan sewa hosting serta domain) dengan ala kadarnya. Bulan pertama, kedua dan ketiga berlalu, toko online ku masih begitu-begitu saja. Tak ada yang menjamah apalagi membeli. Dan untungnya, subhannallah, Tuhan mempertemukan aku dengan seorang teman yang mengajakku berbisnis jilbab offline (jualan di sekolah anakku). Akhirnya, aku dan dia pergi hunting mencari grosir-grosir jilbab agar bisa kami jual kembali.
Dari situlah titik baliknya, aku mulai semangat kembali. Dengan modal seadanya, aku beli beberapa contoh jilbab/kerudung model terbaru dan kemudian memotretnya. Dengan sedikit kemampuan photoshop aku edit foto-foto jilbab itu dan mulai aku upload di website.
Tidak cuma itu, Ibu Guru-ku Anne Ahira juga mengajariku bagaimana itu teknik Search Engine Optimization dengan detail. Aku aplikasikan semua teknik Bu Guruku. Jadi untuk posting blog aku tidak sembarangan. Aku riset dulu kita-kita kata kunci apa yang banyak dicari, dan lain sebagainya. Detailnya untuk belajar SEO silakan langsung kursus aja di Asian Brain ya, disitulah tempat kursus internet marketing paling terpercaya.
Alhamdulillah, setelah 3 bulan membuat website dan kemudian menatanya kembali, pengunjung mulai berdatangan. Pembelian pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Sampai dengan detik ini. Penjualan yang semula seminggu hanya 2 kali atau 3 kali kini menjadi hampir setiap hari terjadi transaksi dengan jumlah yang bervariasi.
Oh ya, aku tidak pernah membatasi transaksi dalam arti tidak ada minimum pembelian. Mau beli 1 pun aku layani. Prinsipku, semua pelanggan adalah sama. Mereka mempunyai hak yang sama. Dan patut diperlakukan sama.
Dan peluang-peluang kecil pun terbuka. Aku ditawari menjadi agen busana muslim Calosa, Agen Busana Muslim Fariza, Kerudung Sakka Design ; Agen Manet dan lain sebagainya. Itu adalah beberapa langkah yang dipersiapkan Tuhan untukku.
Alhamdulillah. Semoga smua usahaku ini berkah. Amin.
Incoming search terms:
- cari supplier jilbab
- cari supplier jilbab online terpercaya
- edit foto jilbab
- edit foto untuk jualan online
- foto jilbab seadanya





June 10, 2011 at 4:46 pm -
ajarin,dong,bha ingrisnyaa