Beberapa hari terakhir ini kantor sedang resah…. Karena nilai tukar dollar meningkat drastis.. (Asyiik kalo buat yang berpenghasilan dollar ..hmmm). Banyak biaya yang dihemat, bahkan di CUT… termasuk karyawan…
Efisiensi dimulai di pabrik Bandung… banyak karyawan kontrak yang di percepat kontrak kerjanya alias diberhentikan. Kejadian ini berlanjut sampai ke Kantor Pusat di Jakarta, ditempat aku kerja sekarang…. Kemaren 2 kali meeting membahas masalah itu, sedih banget deh…
Aku berpikir… kenapa malah kemunduran yang aku hadapi sekarang?
Dulu 3 tahun yang lalu, di divisiku hanya ada 4 orang, yaitu 1 orang administrasi, 1 orang payroll, 1 orang rekrutmen dan aku… Pada saat itu tugasku mirip kayak pembantu umum, ya ngerjain administrasi, ya rekrut, ya input data payroll dan lainnya… Mumet banget deh. Belum lagi melayani divisi lain yang minta ini, minta itu, serta menanggapi masalah2 di lapangan (SPG/SPB).
Sampai akhirnya aku tumbang…. merasa tidak sanggup mengerjakan semuanya, aku merasa gak ada perkembangan yang berarti di divisiku ini… sampai akhirnya aku mengusulkan untuk penambahan staf.. karena bener tenagaku sudah terkuras. Aku ingat, waktu itu aku sampai nangis sesenggukan…. dah bener2 down… (belum baca buku2 motivasi sih… hihi)… Aku menangis bukan karena aku gak mau repot, aku menangis karena waktu ku sudah habis hanya ngurusi pekerjaan, anak dan suamiku terlantar… he he he (hiperbola banget sih..)… Itu hanya untuk 260 orang SPG seluruh Indonesia….
Akhirnya ditambahlah beberapa staf. Dari situ pekerjaan mulai mengalir lancar, semua dapat terselesaikan. Justru malah ada beberapa perkembangan baru yang menurutku sangat bagus, misalnya adanya training bagi SPG/B secara kontinue, pengawasan dan prosedur tiap2 proses menjadi semakin jelas.
Lalu…
Tiba-tiba ada kejadian seperti ini. Aku harus hadapi kemunduran. Keadaan akan dikembalikan seperti semula dengan kapasitas yang jauh lebih besar (dulu 260 SPG dan 130 counter ; sekarang 500 SPG dengan 215 conter di seluruh Indonesia). Apa yang akan terjadi ke depan, sudah tak terbayangkan lagi….. (gak mau bayangin…) aku dah mules duluan…
Dibenakku ini hanya terpikir, apakah aku akan tetap bertahan, atau aku harus memulai untuk hengkang dari Perusahaan ini. Aku minta saran beberapa teman, ada yang PRO ada yang KONTRA. Ada yang menyarankan untuk tunggu 2 tahun lagi sambil mencari celah lain untuk meningkatkan penghasilan. Ada yang setuju untuk segera cabut dan cari peluang lain. Macam-macam advise yang aku terima. Sampe aku sendiri bingung….. Disatu sisi, kalo pun diminta sabar menunggu 2 tahun ke depan, aku yakin akan tetap sama kondisinya. Karena selama 3 tahun 5 bulan ini aku bekerja, kondisinya pun masih sama. Aku liat teman-teman di kantorku yang sudah “senior” dibandingkan aku. Posisinya masih sama. Penghasilannya juga gak beda jauh dengan saat mereka pertama kali masuk.
Untuk tetap memacu semangatku, dan mungkin tekadku ya .. aku baca motivasi dari Pak Mario Teguh sbb :
Mohon disadari, bahwa perjalanan karir kita adalah sebuah proses perpindahan dari satu pemberhentian ke pemberhentian berikutnya. Kita hanya akan segera sampai, bila kita menyegerakan sebuah pemberangkatan untuk setiap pemberhentian.
Mereka yang mencapai hasil yang banyak dan yang besar dan yang tinggi, adalah mereka yang berhenti saat mereka harus berhenti – tetapi yang segera memulai lagi.
Sebaliknya, mereka yang lambat dalam mencapai haknya untuk berhasil, adalah biasanya orang-orang yang memperlakukan tempat-tempat berhenti – sebagai pemberhentian, atau bahkan betul-betul sebagai penghentian. Padahal, sebuah tempat berhenti adalah tempat transisi antara satu perjalanan ke perjalanan berikutnya. Di pemberhentian itu lah kita harus membangun kesiapan yang baik bagi perjalanan berikutnya. Itu sebabnya, kita – Anda dan saya, dianjurkan membuat tempat-tempat berhenti yang terukur dan teratur. Karena ternyata, orang-orang yang sering berhenti, justru adalah orang-orang lebih berhasil dari pada mereka yang bekerja tanpa henti; asal yang sering berhenti itu – langsung segera memulai lagi dengan kualitas semangat dan kemampuan yang lebih terperbaiki.Maka tugas Anda, sebetulnya adalah menghubungkan awal dari sebuah perjalanan, keakhir dari perjalanan itu – dengan kualitas perjalanan yang sebaik-baiknya; agar akhir dari perjalanan itu menjadi awal bagi perjalanan berikutnya yang lebih mendekatkan Anda kepada kecemerlangan dan kemulian hidup yang Anda tuju.
Karena-nya bila Anda melangkah keluar dari suatu ruangan, dari sebuah bisnis, atau dari sebuah karir; pastikan bahwa Anda telah menyiapkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih kuat, yang lebih berdampak, dan lebih diperhitungakan di tempat yang baru itu; dan Ingatlah bahwa sebuah pintu keluar adalah pintu masuk ke ruangan yang lain.
So.. tunggu apa lagi, aku akan segera menyiapkan keberangkatan berikutnya…
Tunggu ya…
Incoming search terms:
- resign dengan mengirimkan surat









October 30, 2008 at 9:59 am -
Berangkat yuk Mbak. Aku duluan ya, tadi siang dah kirim surat resign. Hari ini head office masih libur nasional. Pasti pas besok bosku baca dia shock.
Kok aku seneng ya kasih shock therapy? Hahaha….
October 30, 2008 at 10:26 am -
mbak, jika kita mengandalkan manusia, jatuhnya kita akan kecewa terus menerus..
Beranikah mbak untuk bermimpi..? Mimpi itu gratis lho mbak..
Hayo.. mau mewujudkan mimpi yang mana dulu ya…
October 31, 2008 at 1:13 am -
hidup adalah perjalanan, artinya selama masih hidup akan terus berjalan… inget quote nya mbak maya, succes is journey, not destination… gud luck ya jeng…
October 31, 2008 at 2:41 am -
wah jane aku sing pertamax,tapi kemarin commentku kok gagal ke posting ya…hi..hi..
btw,wes to jenk nitta ra sah bingung n wedi,seribu langkah selalu diawali dari langkah pertama.
November 1, 2008 at 10:20 am -
wah kok pada mau cari batu loncatan yah, baca diblog mb mirna juga malah udah loncat, ini mb nitta jg…
tapi memang kl suasana tmpt kita krj dah gak nyaman lg, yg ada di fikiran cuma resign, apalagi kl udah ada loncatan, maunya langsung loncat aja.
Pokoknya, good luck ya mb…