Survey Harga
Sebagai pedagang online, tentunya aku ingin memberikan yang terbaik untuk konsumenku. Walaupun aku akui, masih banyak hal yg perlu disempurnakan disana dan disini tapi aku yakin kedepan akan menjadi semakin baik. Insyaallah.
Menurutku, toko online itu akan identik dengan mendapatkan harga barang dengan harga yang dibawah harga toko. Ya jelas lah yaw.. kan kita gak harus sewa tempat di mall atau pusat belanja lainnya.
Nah kemaren tuh critanya aku belanja bulanan sambil jalan-jalan pantau harga-harga Jilbab dan kerudung serta busana muslimah lainnya di beberapa Departemen Store terkemuka di Indonesia. Ternyata oh ternyata…. karena supplier ku dan supplier Departement Store itu sama, barang yang aku jual di Toko Onlineku Grosir Jilbab Murah, ada juga di Departement Store itu dengan harga yang sudah sangat jauuuuuuuh berbeda.
Untuk harga Kerudung Bunda Baim yang aku jual Rp 25.000,-/pcs ; di Dept Store itu dijualnya Rp 47.500,- ; Untuk Mukena Anak Lucu Hanasalsa yang aku jual Rp 125.000,-/pcs di Dept Store itu dijualnya Rp 189.900,-
Whuiiiih jauh yaaa….
Ada satu kebanggaan bahwa aku bisa menjual dengan harga yang lebih rendah dan kualitas yang sama dengan Departement Store. Hehehe ya jelas beda ya.. aku kan bayar karyawan cuma 4 orang, sedangkan dept store itu bayar karyawannya 40000 orang.
Tak Hanya Sembako, Jilbab Pun Habis
Bener-bener deh…
Aku survey ke tanah abang untuk mencari jilbab-jilbab model terbaru dan yang sedang menjadi trend saat ini. Ternyata apa? Yang aku dapati semua kosong alias gak ada barang.
Gak mungkin dong yaaa… gimana mereka jualan?
Ya mungkin aja klau kita tahu barang. Yang mereka jual, stok lama. Sedangkan stok terbarunya masih “tertahan” atau memang sudah “habis terjual”
Hebat ya?
Customer Ideal
Berkelana di dunia marketing, baik itu marketing offline maupun marketing online, membuat aku belajar banyak hal. Terutama belajar tentang perilaku konsumen/klien. Sebagai pedagang tentu saja kita juga sangat membutuhkan pelanggan. Namun ada beberapa hal yang harus diluruskan disini. Kita pun sebagai pedagang berhak memilih Customer Ideal kita. Dengan adanya customer ideal, tentu saja selain penjualan menjadi mudah rasanya kita juga akan menjadi semakin nyaman.
Profil pembeli atau konsumen yang tidak sesuai dengan dagangan kita (atau target pasar kita) sangat akan menyulitkan kita, misalnya kita punya butik dengan target menengah keatas, kemudian yang datang dan masuk di butik itu anak-anak ABG yang notebene bukan target pasar kita, tentu saja akan menimbulkan ketidaknyamanan disana.
Karenanya jangan heran kalau outlet butik-butik ternama akan menyesuaikan diri dengan profil pelanggan yang diharapkan akan datang. Bangunan dan desain interiornya umumnya dibuat sangat mewah dan “angker”. Sehingga kalau “orang biasa” yang uangnya pas-pas an, mau masuk saja akan takut dan gemetar. Ini memang disengaja, karena orang yang keuangannya pas-pas an tidak diharapkan menjadi pelanggan mereka, inilah proses seleksi pelanggan. Read more
Berdamai Dengan Prasangka Buruk
Salah satu tantangan dalam berbisnis online dan atau mempunyai toko online adalah bahwa kita harus bisa berdamai dengan prasangka buruk. Read more



Stumble Upon
Del.icio.us
Buzz


