Blogger Juga Perlu EQ

Blogger Juga Perlu EQ
Blogger Juga Perlu EQ

EQ atau biasa disebut kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali perasaan diri kita sendiri, dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain (Daniel Goleman (1999)).

EQ ini akan selalu melengkapi IQ. Orang dengan IQ tinggi tapi EQ nya rendah tidak akan menjadi orang yang sukses.

Sebagai blogger pun selain harus mengerti tentang EYD, SEO, mencari traffic, menembak keyword, dan menaikkan rangking Alexa, ternyata juga membutuhkan EQ.

Berikut ini ilustrasinya :

DUA blogger, sebut saja Badu dan Polan, sama-sama seorang blogger dan mengelola beberapa blog. Tingkat kecerdasan (IQ) mereka relatif sama. Kesempatan untuk pengembangan diri training-training online untuk peningkatan kompetensinya tampaknya lebih banyak dilakukan oleh Badu, sementara Polan karena keterbatasan dana tidak memiliki kesempatan serupa.

Namun, ternyata bertambah luasnya pengetahuan Badu tidak sebanding dengan caranya membawakan diri di tengah-tengah lingkungannya, diantara sesama Blogger. Seringkali dia sok pintar dan menjustifikasi pendapat orang lain tanpa mengenali dulu isi pembicaraan dan permasalahannya.

Di hadapan pembacanya pun demikian. Banyak keluhan yang muncul dari pembaca terhadap tulisan-tulisan Badu hanya karena masalah sepele, seperti menjelek-jelekan blogger lain, mengadu domba, merasa dirinya paling pintar dan benar lain sebagainya. Blog nya selalu penuh dengan konflik. Tidak ada satu solusi ataupun inspirasi disana. Alhasil, Badu semakin tidak disenangi pembaca maupun rekan-rekan sesama blogger.

Sementara si Polan yang notabene tidak memperoleh tambahan pengetahuan untuk mengembangkan diri ternyata memiliki tingkah laku yang berbeda dalam membina relasi. Dia lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Baginya, pembaca adalah orang yang harus diperhatikan dan dilayani sungguh-sungguh. Bahkan, di hadapan rekan-rekan sesama blogger, dia memposisikan diri sebagai “pelayan” (dalam arti dia selalu siap membantu, dan mencari solusi bersama).

Polan tahu bagaimana bersikap yang baik, dia selalu menghargai pendapat teman-teman sesama blogger, dia tidak pernah menjelek-jelekannya. Polan selalu merasa ilmunya masih kurang, padahal sebenarnya dia blogger yang handal. Dia selalu rendah hati dan siap membantu siapa pun. Tulisan dalam blog nya pun penuh inspirasi dan solusi, tidak pernah dia menjelekan atau membuat berita yang memojokkan.

Alhasil, dalam waktu yang tidak terlalu lama, si Polan melejit menjadi seorang blogger terkenal mendahului rekan seangkatannya, Badu.

Nah…

Seperti cerita silat yang sering aku baca… (hehe ketahuan deh…), seorang pendekar silat yang tangguh akan selalu menganut ilmu padi “Makin berisi Makin Merunduk” dalam artian, dia tidak akan gagah-gagahan. Dia tekun memperdalam ilmunya sembari berbagi dan menolong sesamanya. Alhasil.. selain kemampuan silatnya semakin sakti dia semakin dipuja dan disegani temannya.. dan itu lah mental pemenang.

10 thoughts on “Blogger Juga Perlu EQ

  1. Berarti saya juga harus dong… Untuk melestarikan bahasa Indonesia agar tetap eksis dan tidak terjadi kerancauan terhadap Ejaannya. Ya nggak mbak…?

  2. tentang EYD, mungkin hampir semua blogger kurang memperhatikannya (termasuk saya), padahal seharusnya kita yang menghargai bahasa kita sendiri …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>